Cahaya Rembulan

 

Rembulan bulat di atas sana,
Menerangi malam Februari,
Cahayanya lembut dan mempesona,
Menemani aku yang sendiri.

Bintang-bintang seakan berbisik,
Menceritakan dongeng masa lalu,
Tentang hati yang pernah teriris,
Namun kini sembuh membiru.
 
Malam ini terasa begitu tenang,
Hanya ada suara jangkrik bernyanyi,
Membawa pikiranku melayang,
Ke tempat yang paling sunyi.
 
Februari memberiku ruang,
Untuk berdamai dengan diri sendiri,
Sebelum waktu kembali luang,
Dan pagi kembali menari.


Bekasi, 01 Maret 2026

Cokelat dan Bunga

 

Sebuah kotak berpita merah,
Berisi manisnya rasa cokelat,
Februari membuat wajah cerah,
Menerima hadiah dengan lekat.
 
Bukan tentang harga bendanya,
Tapi tentang niat di dalamnya,
Bagaimana kasih menunjukkan rupa,
Melalui perhatian yang sederhana.
 
Setangkai mawar di atas meja,
Menemani makan malam yang syahdu,
Dunia seakan milik kita saja,
Tanpa ada rasa yang ragu.
 
Selamat merayakan hari kasih,
Di bulan yang penuh dengan warna,
Semoga hati tetaplah bersih,
Dan cinta selalu bertahta.


Bekasi, 01 Maret 2026

Di Balik Kabut

 

Kabut tebal menyelimuti desa,
Di pagi buta bulan Februari,
Dunia seakan kehilangan rasa,
Hanya dingin yang menusuk diri.
 
Namun di balik putihnya kabut,
Ada cahaya yang mulai tampak,
Harapan yang takkan pernah surut,
Meski jalanan terasa sesak.
 
Jangan takut untuk melangkah,
Meski pandangan sedikit terhalang,
Tuhan selalu memberi arah,
Bagi mereka yang mau berjuang.
 
 Februari akan segera terang,
Menghilangkan kabut yang menutupi,
Hingga kebahagiaan datang menjelang,
Dan mimpi pun menjadi pasti


Bekasi, 01 Maret 2026

Melodi Februari

 

Dawai gitar mulai dipetik,
Mengalun indah di udara,
Februari terasa begitu puitis,
Menciptakan lagu tanpa suara.

Nada-nadanya rendah dan lembut,
Menenangkan jiwa yang gelisah,
Menghilangkan rasa yang kalut,
Dan menghapus segala keluh kesah.
 
Dengarkanlah irama alam,
Suara angin dan rintik hujan,
Menemani tidurmu yang dalam,
Hingga fajar tiba di depan.
 
Bulan ini adalah sebuah lagu,
Yang dinyanyikan oleh semesta,
Mengajak kita untuk bersatu,
Dalam kasih dan juga cinta


Bekasi, 01 Maret 2026

Jendela Kamar

 

Dari balik jendela kamar ini,
Aku melihat dunia berputar,
Februari datang dan pergi,
Meninggalkan jejak yang berpijar.
 
Lampu kota mulai menyala,
Seperti bintang yang jatuh ke bumi,
Ada rasa syukur yang meraja,
Di dalam relung hati yang sunyi.
 
Kesunyian ini bukanlah duka,
Melainkan ruang untuk berpikir,
Tentang apa yang telah dibuka,
Dan apa yang harus segera berakhir.
 
Februari mengajarkan kesabaran,
Dalam waktu yang begitu singkat,
Bahwa setiap ada pertemuan,
Pasti ada perpisahan yang lekat


Jakarta, 23 Februari 2026

Kotak Surat Tua

 

Ada surat di dalam kotak,
Bertuliskan tanggal bulan ini,
Februari membuat jantung berdetak,
Membaca kata-kata yang murni.
 
Tinta hitam di atas kertas,
Menceritakan rindu yang dalam,
Perasaan yang tak lagi terbatas,
Menembus dinginnya malam.
 
Aku menulisnya dengan hati,
Berharap kau membacanya segera,
Bahwa janji yang aku beri,
Bukanlah sekadar sandiwara.
 
Biarkan surat ini menjadi saksi,
Tentang kesetiaan yang teruji,
Di bawah langit Februari,
Cinta kita kembali bersemi.


Jakarta, 23 Februari 2026

Hukum Kekal

by Ash Beige Baby

Tanpa dentuman sesuatu di dalam diriku berubah wujud
Seperti kapur barus yang dibiarkan terlalu lama, tidak hilang, tidak musnah, hanya menyublim tanpa suara
Dikira bisa bertahan lama di suhu yang tidak sama
Memang, sih awalnya tidak terasa seperti perubahan
masih saling sapa dan berbagi cerita sederhana, masih berjalan di rutinitas yang pernah terbentuk bersama

Tapi rasa
Kadang masih mencoba memahami maksud abstrak
masih suka memberi ruang pada ribu alasan yang kupaksa yakini masuk akal
Tidak sengaja katanya, bukan begitu maksudnya
Terlalu sering memaklumi hal yang sebenarnya menyakitkan itu bukannya terbiasa malah justru mati rasa
Dan ketika tiba saatnya, bukan mati dengan rintihan malah hilang diam-diam
Dibawa pergi kawanan harapan yang bilang suatu hari aku akan benar-benar dimengerti dan dihargai

Tapi aneh, yang berulang salah pahamnya beda waktu dan tempatnya
Bungkus yang robek diletakkan di ruang tamu sepuluh hari
di kamar tidur tiga hari
di lemari lima hari
di garasi dua hari
Dipikir seperti baru kemarin dibeli, tapi kok habis
Disalahkan kapurnya, padahal pelindungnya yang dibuka paksa

Dalam fisika, tidak ada zat yang benar-benar hilang
Yang ada hanya berubah bentuk; Membeku Menguap Menyublim
Tetap ada, tapi tidak lagi bisa digenggam dengan cara yang sama
Sepertinya, begitu juga aku
tidak marah dan tidak pergi, hanya saja tidak lagi berada dalam bentuk yang dulu
Kamu masih berbicara, aku masih menjawab
Tapi terasa ada jarak seperti ruang antara air dan uap yang dekat secara unsur, jauh secara sentuh
Bukan karena benci, mungkin hanya karena terlalu lama berada di suhu yang mengikis
Batas yang sudah terlalu sering dilampaui  kadang tidak mendatangkan amarah
Justru ketenangan untuk tidak lagi ingin bertahan
Terluka

Kamu tidak hilang dari hidupku, hanya tidak lagi berada di titik yang sama di hatiku
Seperti bakaran tembakau disamping kopi hitam panas pagi mu yang pernah memenuhi gelas
Atau aroma es krim vanilla dan karamel almond dari tubuh ku yang pernah menemani pulang
Kini menjadi uap dan asap
Mengudara seolah masih dalam siklus yang sama
Tapi bukan sesuatu yang bisa kamu nikmati lagi

Dan hukum kekekalan itu sederhana
yang terlalu lama dipanaskan tidak selalu terbakar
kadang hanya menghilang pelan ke semesta
Pergi dari ruang dengan suhu yang tidak lagi berusaha menahannya

Service Overdue

Oleh Varekh


Dulu, di saat kamu kecelakaan

Kamu menerima luka yang sangat besar yang menjadikan itu pengalaman.

Dan itu semua terjadi dikarenakan kelalaian,

Tidak becus dalam merawat kendaraan,

Tidak memberikan kendaraan kamu perhatian,

Disaat dia membutuhkan perawatan,

Disaat dia membutuhkan perhatian,

Disaat dia menangis selama perjalanan,

Di saat dia sudah memberikan peringatan,

Tp kamu lebih memilih cuek, bahkan ignoran.

Padahal dia yang selama ini selalu menemani kamu setiap hari selama perjalanan.


Di awal, disaat kamu cinta sekali dengan kendaraan ini.

Disaat kamu belum memiliki,

Kamu akan berjuang setengah mati

Setelah kamu memiliki,

Kamu akan merawatnya sepenuh hati

Ya, tp itu hanya diawal saja,

Selebihnya selama tidak terjadi apa2,

Kamu akan menganggap itu hal biasa.


Dan untuk luka yang telah diberikan,

Kamu jadikan itu pengalaman

Yang memberikan pelajaran

Membuat kamu menjadi lebih baik kedepan

Tetapi.. luka yang diberikan

Terlalu besar dan melekat dibadan,

Membuat kamu tidak akan pernah lupa disaat kejadian.

Rasa sakitnya masih teringat jelas diingatan,

Walaupun sudah berbulan bulan.


Dan untuk kendaraannya,

Aku masih mencintainya,

Sama seperti disaat kita bertemu pertama,

Aku mulai merawatnya,

Memberikan perhatian lebih kepadanya,

Mengganti olinya,

Memberikan service rutin kepadanya,

Bahkan disaat dia blm meminta,


Pengalaman yang diberikan

Tidak hanya memberikan luka,

Tapi juga menyadarkan semuanya,

Bahwa aku sangat mencintainya,

Dan aku berharap dia akan selalu menemaniku sampai tua.